Salah seorang penari di sangar tari milik Bima, Tika, menjelaskan bahwa dalam gerakan tarian ini, para penari memegang dupa yang berisi beras, yang menjadi simbol penyambutan penuh penghormatan.
Ia juga menceritakan bahwa sejak kecil sudah tertarik pada seni tari. "Sejak TK saya sudah suka menari, dan ketika masuk di Sanggar Seni Setiawan, saya mulai mengembangkan bakat saya," ujarnya.
Penari lainnya, Kiandra, menambahkan bahwa ia berkomitmen untuk terus melestarikan budaya Buton, termasuk Tari Lawalati.
"Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan tarian ini," tandasnya.
Baca Juga: Ternyata Ini Sosok di Balik Sound Viral Ampun Pakde FYP TikTok
