Tarian Lulo Alu berawal dari tradisi masyarakat di masa lalu seusai musim panen padi. Setelah panen yang hasilnya melimpah, warga berbondong-bondong berkumpul dan melakukan “moisa” yang berarti menumbuk padi.
Proses ini dilakukan dengan penuh suka cita dan dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Kegiatan moisa menghasilkan beras yang harum dan pulen, dan pesta rakyat pun dimulai.
Belli menambahkan, sejak 8 Juli lalu, tim penari sudah berlatih secara intensif di Gedung Aula Bahteramas, Kompleks Kantor Gubernur Sultra.
Tim kurator yang dipimpin oleh kurator kawakan Indonesia, Eko Supriyanto, pada 6-9 Agustus 2024 datang khusus ke Kendari menyaksikan proses latihan dan melakukan penyempurnaan terhadap tari yang dibawakan.
Eko merupakan nama besar dalam dunia tari Indonesia. Dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta ini mulai dikenal secara internasional saat ditunjuk salah satu diva dunia Madonna menjadi penari latarnya.
