Kelompok pengeluaran kedua yang memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Inflasi kelompok ini mencapai 2,46 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,16 persen.
Dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, emas perhiasan menjadi komoditas penyumbang terbesar. Komoditas ini mengalami lonjakan harga signifikan yang tercermin dalam inflasi sebesar 10,52 persen hanya dalam satu bulan.
“Pada April 2025, komoditas emas perhiasan mengalami inflasi 10,52 persen dan merupakan tingkat inflasi tertinggi selama 20 bulan inflasi berturut-turut,” ungkap Pudji.
Kenaikan inflasi pada komoditas emas perhiasan ini sejalan dengan tren global. Harga emas dunia yang meningkat turut mendorong harga emas di dalam negeri, memberikan tekanan tambahan terhadap pengeluaran rumah tangga.
Pudji juga mengungkapkan bahwa secara geografis, inflasi secara bulanan terjadi di 37 provinsi di Indonesia. Provinsi dengan inflasi tertinggi adalah Sumatra Barat, yakni sebesar 1,77 persen.
