Bayu menjelaskan, dari empat kamar mandi pria yang tersedia, hanya satu yang masih layak digunakan meski tetap dalam kondisi kotor.

“Ada satu bagus, airnya mengalir, tapi kotor. Masa di dalam klosetnya masih ada kotoran manusia. Yang lain juga begitu,” bebernya.

Kritikan serupa dilontarkan oleh pengunjung lain, Rista Purnama Sari. Ia mempertanyakan penggunaan hasil penjualan dari tiket masuk yang menurutnya cukup mahal, namun tidak mencerminkan perawatan fasilitas dasar seperti kamar mandi.

“Kotor kamar mandinya, padahal masuknya lumayan mahal. Masuk kamar mandi juga bayar, tapi kayak tidak pernah dirawat,” katanya.

Menurut Rista, jumlah pengunjung air terjun Moramo bisa mencapai ratusan orang setiap akhir pekan, apalagi saat musim liburan seperti Lebaran lalu. Ia menyayangkan jika kebersihan kamar mandi saja tidak bisa dikelola dengan baik.