Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) di bagian utara IKN yang sempat sepi karena ditinggal pekerja mudik, kini mulai kembali ramai. Para pekerja datang bergelombang dari berbagai wilayah Indonesia untuk melanjutkan tugasnya di lokasi proyek nasional tersebut.

Seorang petugas keamanan HPK bernama Amir menyampaikan bahwa beberapa pekerja yang datang merupakan tenaga baru. “Sebagian malah ada yang baru kali ini masuk kerja di IKN, sehingga saya menjelaskan aturan dan tata tertib tinggal di HPK,” ujar Amir.

Sebelumnya, Otorita IKN telah menggelar rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta konsultan dan penyedia jasa konstruksi.

Sebagai informasi tambahan, pemerintah juga telah memulai Tahap II pembangunan IKN untuk periode 2025-2029. Tahap ini akan difokuskan untuk mewujudkan IKN sebagai ibu kota politik Indonesia dengan dukungan infrastruktur menyeluruh.

Pada periode tersebut, alokasi anggaran dari APBN tetap dipertahankan sebesar Rp 48,8 triliun. Dana ini akan digunakan untuk menyelesaikan kompleks legislatif dan yudikatif, memperkuat ekosistem pendukung, serta membuka akses menuju wilayah perencanaan dua (WP2).