"Budaya saling menguatkan inilah yang membuat ikatan antar anggota semakin erat, terutama saat ada yang sedang mengalami kesulitan bisnis," jelasnya.
Di tengah lingkungan yang seluruh anggotanya adalah pengusaha, bukan berarti muncul persaingan yang saling menyingkirkan. Justru melalui wadah ini, lahir berbagai ide kreatif yang membuat mereka dapat tumbuh dan berkembang bersama.
Bahkan tumbuh tradisi gotong-royong di antara para anggota. Ketika ada salah satu yang sedang sepi proyek, anggota lain dengan senang hati memberikan bantuan dan dukungan.
"Sering muncul ide-ide bisnis saat kita berkumpul. Di sini bukan persaingan yang terjalin, melainkan kekompakan dan kebersamaan," ujarnya.
Secara pribadinya sendiri, sejak bergabung dengan TDA Komunitas, ia yang dulu berjuang sendiri kini memiliki teman yang selalu ada tak hanya dalam urusan bisnis, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan olahraga yang dilakukan bersama.
