BOMBANA, TELISIK.ID - Guna menekan peningkatan kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bombana dan Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Bombana mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bombana, Siti Sapiyah menegaskan bahwa kasus kekerasan baik fisik maupun non fisik terhadap perempuan dan anak di Bombana masih terus terjadi. olehnya itu, pihaknya menginisiasi untuk melawan kekerasan terhadap perempan khususnya di bawah umur dengan cara bermitra dengan sekolah-sekolah.

Siti sapiah mengajak guru-guru di sekolah untuk meningkatkan pengawasan apalagi di saat jam belajar atau sekolah.

"Di rumah ada orang tua yang aktif lakukan pengawasan, nah yang harus ditingkatkan pengawasan adalah ketika siswa teelah meninggalkan rumah dengan pamit ke sekolah. Dengan Kondisi sekolah yang nyaman, maka pegaulan bebas masa remaja akan terhindarkan," kata Siti Sapiah, Selasa (8/3/2022).

Baca Juga: Pembangunan Sekolah di SMA 3 Bombana Mangkrak