Stunting ini dikarenakan kekurangan gizi, yaitu bagaimana pemerintah melalui Dinas Kesehatan maupun BPPKB memberikan intervensi dalam pencegahan stunting yakni dengan memberikan pola asuh dan pola makan yang baik kepada anak.

"Ini harus menjadi prioritas kita untuk mencegah risiko stunting, menekankan kepada keluarga untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi," ucapnya.

Baca Juga: Antusias Sambut Presiden, Masyarakat Bajo Mola Benahi Lingkungan

Ia juga mengemukakan bahwa untuk mewujudkan keluarga berkualitas, maka tidak boleh ada batasan untuk melarang kelahiran anak, sebab kepadatan penduduk di kota besar, termasuk Jakarta, bukan karena angka kelahiran yang besar, tetapi karena adanya urbanisasi, di mana banyak warga yang datang dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan.

Sehingga pemerintah pusat mengeluarkan program secara menyeluruh keluarga berencana, di mana cukup dua anak. Namun saat ini ada kebijakan yang baru, di mana bukan menekan angka kelahiran tetapi mengatur jarak kelahiran.