Hasyim menjelaskan, alasan menggandeng Kemenpora karena kementerian ini mengurusi pemuda dengan jumlah yang tidak sedikit. Kelompok pemuda tersebar di berbagai organisasi kepemudaan maupun kemahasiswaan. Dia menginginkan bisa mengambil semangat sportivitas yang dapat berkontribusi dalam kompetisi di kepemiluan.
Begitu juga dengan pelibatan PPATK. Lembaga ini diharapkan berperan dalam mengawasi pelaporan dana kampanye peserta pemilu.
“Ada kewajiban bagi para peserta pemilu untuk melaporkan dana kampanye. Nah, untuk itu disiapkan ada rekening khusus dana kampanye. Pasti modelnya bank-able atau transfer-able melalui bank dan ada lembaga yang khusus menangani transaksi keuangan yaitu PPATK. Sehingga PPATK juga akan mempunyai kontribusi dalam hal pelaporan-pelaporan dana kampanye,” papar Hasyim.
Sementara keterlibatan Kemenag dalam pemilu berkaitan dengan kegiatan sosialisasi. KPU, kata Hasyim, akan menggandeng lembaga pendidikan yang berada di bawah Kemenag untuk melakukan sosialisasi pemilu hingga ke daerah.
“Juga ada dosen, ada tenaga pengajar, ada guru yang saya kira juga dapat berkontribusi dalam pendidikan pemilih, sosilisasi atau bahkan menjadi bagian dari para penyelenggara pemilu,” kata Hasyim.
