KENDARI, TELISIK.ID - Teknologi artificial intelligence (AI) banyak digunakan saat ini. Implementasi teknologi kecerdasan buatan itu dalam pembangunan infrastruktur kota telah menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan kota yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Bahkan di beberapa negara, AI menjadi salah satu teknologi yang diandalkan dalam pengembangan smart city. Kecerdasan buatan ini dibutuhkan untuk menopang infrastruktur cerdas yang akan menghadirkan teknologi, utiliti, dan mobilitas inovatif bagi warga kota, yang juga membebaskan warga dari kendala-kendala birokratis.

Dengan AI sebagai salah satu tulang punggungnya, tujuan akhir dari kehadiran kota cerdas atau smart city ini adalah memberikan kualitas hidup yang lebih baik, kemudahan, pertumbuhan bisnis, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan mengintegrasikan AI ke dalam perencanaan dan pengelolaan infrastruktur kota, telah diperoleh berbagai manfaat. Mulai dari mengurangi kemacetan lalu lintas hingga meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan limbah dan sumber daya.

Salah satu aspek kunci penerapan AI dalam pembangunan infrastruktur kota adalah manajemen lalu lintas yang lebih cerdas. Dengan menganalisis pola lalu lintas dan transportasi data, sistem AI dapat merancang strategi yang lebih efisien dalam pengaturan jaringan transportasi, penjadwalan transportasi umum, dan pengelolaan kemacetan seperti dilansir dari Grid.id.