YERUSALEM, TELISIK.ID - Negara-negara Arab disebut enggan mengirim pasukan militer ke Jalur Gaza, Palestina, untuk mengamankan situasi apabila agresi Israel di Gaza berakhir.
Kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Herzi Halevi, bertemu dengan jenderal-jenderal senior dari lima negara Arab di Bahrain pekan lalu. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) di tengah upaya Washington menetapkan rencana pascaperang di Gaza.
Meskipun pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kerja sama, tampaknya upaya Amerika Serikat tidak membuahkan hasil, dilansir dari cnnindonesia, Senin (24/6/2024).
Hal ini disebabkan karena kerja sama semacam itu antara negara-negara Arab dan Israel tidak populer di kalangan masyarakat Arab. Berdasarkan jajak pendapat, sebagian besar orang Arab (sekitar 92 persen) menyatakan bahwa persoalan Palestina adalah masalah bersama semua orang Arab.
Sebagian besar orang Arab menggambarkan Amerika Serikat sebagai pihak yang bias terhadap Israel dalam konflik di Gaza.
