Kelompok-kelompok milisi seperti Hamas dan Jihad Islam memperingatkan bahwa mereka akan menganggap kehadiran militer di Gaza sebagai upaya penjajahan, bersumber dari reuters.com.

Selama beberapa dekade, Amerika Serikat dianggap mengabaikan hak dan kepentingan rakyat Palestina. Jika Amerika Serikat mendorong sekutu Arabnya untuk bekerja sama dengan Israel tanpa mempertimbangkan posisi Palestina, hal ini hanya akan memicu konflik di Gaza dan seluruh wilayah.

Negara-negara Arab tampaknya memahami bahwa mengirim pasukan ke Gaza akan menjadi kesalahan fatal. Yordania, Mesir, dan Uni Emirat Arab (UEA) secara terbuka menolak gagasan ini.

UEA bahkan melangkah lebih jauh dengan mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena menduga bahwa Abu Dhabi akan membantu dalam pemerintahan Gaza pascaperang.

Negara-negara Arab telah menegaskan bahwa mereka tidak akan memainkan peran apa pun dalam pemerintahan Gaza tanpa solusi politik yang komprehensif berdasarkan konsep dua negara.