KENDARI, TELISIK.ID - Nikmatnya iman belum tentu dirasakan oleh semua orang, sebab hidayah tak datang begitu saja.

Seperti kisah perjalanan Febriyanti dalam menjemput hidayah-Nya. Ia adalah seorang wanita berusia 35 tahun, menjadi mualaf sebab dirinya menikahi seorang lelaki muslim.

Saat ini, Febri masih mendekap dalam penjara di Lapas Perempuan Kelas III Kota Kendari. Keaktifannya dalam kegiatan pembinaan kerohanian bukanlah tanpa sebab, melainkan keinginannya untuk mempelajari Islam begitu besar.

Febri berasal dari Morowali, Sulawesi Tengah. Sebelumnya, dia adalah pemeluk agama Nasrani, sebab ia mengaku daerah tempat tinggalnya memang dipenuhi oleh orang-orang beragama Nasrani.

"Sebelumnya saya Nasrani, Kristen Protestan. Saya suku Mori, kalau daerah tempat tinggal saya di Morowali memang mayoritas Nasrani," tuturnya.