Febri mengisahkan, ia masuk Islam di tahun 2007 dan bermasalah dengan hukum di tahun 2018. Di rentang waktu tersebut, ia membeberkan bahwa ia sama sekali tidak paham dengan Islam.
"Sejak masuk Islam tahun 2007 sampai 2018, saya belum paham itu yang namanya Islam. Belum ada sama sekali hidayah yang ketuk pintu hati saya, masih betul-betul kehidupan duniawi yang dijalani. Nanti masuk penjara baru mulai," jelas Febri kepada Telisik.id, Selasa (5/10/2021).
Lantas, ketika ia harus mendekam di dalam penjara pada tahun 2018 silam di Polres Kolaka, di situlah pertama kalinya ia mulai mengenal Islam melalui proses belajarnya membaca huruf hijaiyah sampai bisa mengkhatamkan Al-Qur'an.
"Pertama kalinya saya belajar Islam, belajar ngaji itu sama polisi yang jaga tahanan di Polres Kolaka selama 4 bulan. Setelah itu saya dikirim ke Rutan Kolaka dan tidak berhenti belajar agama. Ada satu orang ibu di sana yang bimbing saya, sampai akhirnya bisa khatam Al-Qur'an dalam kurun waktu satu tahun," katanya sambil tersenyum.
Febri juga menceritakan, bahwa dulunya ia adalah seorang pelayan Gereja. Ia sangat mengingat pesan Ibundanya ketika ia hendak mengucapkan dua kalimat syahadat.
