Ketua Lembaga Adat Tolaki Sulawesi Tenggara, Masyhur Masie Abunawas, mengatakan pembangunan patung pahlawan Haluoleo ini merupakan wujud konsistensi Pemprov Sultra untuk melestarikan budaya di Bumi Anoa.
“Pembangunan patung ini juga merupakan permintaan dari masyarakat Tolaki untuk membuat patung sosok pahlawan yang dapat mempersatukan Sulawesi Tenggara,” ungkapnya .
Baca Juga: Pengidap Tuberkulosis di Kota Kendari Meningkat 880 Kasus Baru
Sementara itu, Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Abdulrahman Saleh, mengatakan patung pahlawan Haluoleo ini merupakan aspirasi dari DPRD yang ditetapkan sebagai legasi atau warisan untuk masyarakat Sulawesi Tenggara.
Pembangunan patung Haluoleo, menurut Saleh, juga menjadi momentum bagi semua masyarakat Sulawesi Tenggara untuk dapat menjaga persatuan dan kesatuan.
