"Awalnya pagu anggaran berjumlah Rp 3,5 miliar, namun dikarenakan adanya refocusing anggaran, maka terjadinya penurunan anggaran menjadi Rp 2,7 miliar, " ungkapnya.
Menurutnya, hibah fisik tersebut merupakan sesuatu yang sangat berguna bagi instansi yang dipimpinnya. Sebab, dengan adanya penambahan ruangan dan fasilitas kerja sehingga bisa lebih meningkatkan semangat kerja mereka.
"Suasana kerja yang menjadi lebih nyaman dengan adanya penambahan ruangan dan beberapa fasilitas yang tentunya sangat bermanfaat dalam menunjang kinerja kita, khususnya dalam meraih predikat wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani," jelasnya.
Tempat sama, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara, Raimel Jesaja mengatakan, dengan adanya rehab fisik pada gedung Kejari yang diresmikan, tentu banyak sekali mengalami perubahan dari segi fisik bangunan.
Baca Juga: Tina Nur Alam Minta Doa Restu dan Bantu Infrastruktur di Sekolah Ini
