KONAWE, TELISIK.ID - Pembangunan Waduk Ameroro yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, kini menjadi sorotan publik.

Pasalnya, proyek dengan anggaran Rp 1,428 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang proses pembangunannya masih berjalan, mengalami longsor atau ambruk pada hari Selasa (12/9/2023). Diketahui, proyek pembangunan Bendungan Ameroro tersebut dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (HK) Paket II.

Kerusakan bendungan terjadi pada dua titik bagian beton penahan debit air yang masih dalam proses pengerjaan. Diduga, bendung ambruk karena kualitas bangunan tidak sesuai spesifikasi. Dimana bendungan tersebut diduga tidak memiliki penyangga, yang tidak mampu menahan beban.

Salah satu masyarakat Kecamatan Uepai, Hasmada Saputra mengatakan, proyek tersebut telah mengalami kerusakan padahal pembangunannya baru sepekan, ia menilai kerusakan bangunan tersebut diduga kegagalan konstruksi.

“Bencana alam memang sulit untuk dihindari, apalagi ketika berdampak pada rusaknya infrastruktur. Tetapi kekuatan fisik bangunan diperlukan perencanaan yang baik. Jika kapasitas bencana alam tidak seimbang dengan rusaknya bangunan, patut diduga terjadi kegagalan kontruksi," jelas Hasmadan Saputra.