Dengan demikian, tidak ada jalur yang memungkinkan sperma yang tertelan bisa mencapai rahim. Kehamilan hanya bisa terjadi jika sperma masuk ke dalam organ reproduksi wanita melalui vagina, kemudian berhasil bertemu dengan sel telur dan terjadi proses pembuahan.

Selain itu, kondisi menstruasi juga tidak berpengaruh terhadap risiko kehamilan akibat menelan sperma. Proses menstruasi hanya berhubungan dengan pelepasan lapisan dinding rahim dan sel telur yang tidak dibuahi, tidak ada kaitannya dengan jalur pencernaan.

Jadi, anggapan bahwa sperma bisa berpindah dari lambung ke rahim adalah keliru dan tidak didukung oleh bukti ilmiah.

Mengapa Mitos Ini Masih Beredar?

Mitos seputar sperma dan kehamilan sering kali muncul akibat kurangnya edukasi kesehatan reproduksi. Banyak orang mendapatkan informasi dari sumber yang tidak kredibel atau mendengar cerita turun-temurun yang tidak terbukti kebenarannya.