Sedang beban “tiga kali lipat malagizi” yang dikenal dengan sebutan triple burden of malnutrition, meliputi: kekurangan gizi, kelebihan berat badan, dan kekurangan zat gizi mikro.  

Selain dua triple burden di atas sebenarnya masih ada triple burden lain, yang bisa merupakan dampak dari dua triple burden di atas, namun dapat juga merupakan penyebabnya. Triple burden yang ketiga ini adalah Kesakitan, Kemiskinan, dan Kebodohan. Jadi sebetulnya Indonesia bukan hanya mengalami dua masalah beban tiga kali lipat, melainkan “tiga beban tiga kali lipat.”

Dan saat juga ini Indonesia masih merupakan negara dengan: Peringkat pertama dunia untuk penyakit Skabies; peringkat kedua dunia untuk penyakit Kusta; peringkat ketiga dunia untuk penyakit TB (tuberkulose).

Tema kesakitan dan malagizi (malnurisi) di atas adalah sektor hilir dari beberapa tema-tema sektor hulu kesehatan yang menjadi tema debat dalam Pilpres 2024 ini. Sektor hulu tersebut seperti: hukum dan HAM, ketahanan nasional, kesejahteraan sosial, ekonomi kerakyatan, pengelolaan keuangan, investasi, kedaulatan pangan, udara dan air bersih, sandang dan papan, penyediaan lapangan kerja, lingkungan hidup dan keberlanjutan ekologis, ruang terbuka hijau tak berbayar, kota dan desa sehat, olahraga, transportasi, pelayanan publik, promotif dan preventif kesehatan, dan sebagainya.

Karena itu kesakitan dan malagizi merupakan sektor hilir atau dampak dari kegagalan pembangunan kesehatan. Sakit dan malagizi merupakan dampak dari tidak terpenuhinya kebutuhan dasar kesehatan dan tidak adekuatnya pelayanan dasar kesehatan di sektor hulu. Karena itu mestinya yang menjadi prioritas utama pembangunan kesehatan adalah memenuhi kebutuhan dasar kesehatan dan pelayanan dasar kesehatan.