Ketiga, persentase wasting balita atau yang bertubuh kurus pada tahun lalu sebesar 7,7?ri target bisa turun hingga 7% tahun depan; Keempat, insiden tuberkulosis sudah turun mencapai 354 per 100 ribu penduduk, tetapi masih jauh dari target tahun depan 297 per 100 ribu; Kelima, eliminasi malaria sudah mencakup 372 kota, tetapi masih belum mencapai target 405 kabupaten atau kota.
Keenam, eliminasi kusta mencakup 403 kabupaten atau kota, dari target di 514 kabupaten atau kota; Ketujuh, angka merokok pada anak tercapai 9,1?ri target turun hingga 8,7%; Kedelapan, fasilitas kesehatan tingkat pertama atau FKTP terakreditasi sudah mencapai 56,4% tetapi masih jauh dari target 100%.
Kesembilan, sebanyak 56,07% puskesmas sudah memiliki tenaga kesehatan sesuai standar, tetapi masih jauh dari target 83% puskesmas; Kesepuluh, tingkat obesitas penduduk dewasa yang sudah turun hingga 21,8%.
Bila apa yang dipaparkan oleh Menteri Bappenas dan dikutip www.katadata.co.id di atas benar adanya dan sampai akhir periode pemerintahan tetap tidak tercapai maka dapat dikatakan bahwa pemerintah gagal mencapai program kesehatan yang telah dicanangkannya. Sebab, hingga paparan Menteri Bappenas disampaikan baru indikator kesepuluh yang tercapai.
Karena itu, target RPJMN Kesehatan perlu diperdebatkan guna mendapatkan jawaban atas pertanyaan berikut: Mengapa program kesehatan Presiden terancam gagal?
