Bila sampai pada akhir periode, program tersebut dinyatakan tercapai maka dapat dikatakan bahwa pemerintah sukses mencapai visi, misi dan programnya. Namun, bila target tidak tercapai maka dapat dikatakan bahwa pemerintah gagal melaksanakan visi, misi dan programnya di bidang kesehatan.

Karena itu, kita tentu perlu mengetahui mengapa visi, misi dan programnya tersebut tidak berhasil dicapai. Terlepas dari itu, tentu kita menginginkan ke depannya agar bangsa Indonesia memiliki presiden dan wakil presiden yang memiliki visi kesehatan yang utuh.  

Presiden dan wakil presiden yang tidak hanya memahami kesehatan sebagai kesakitan dan malagizi. Melainkan yang memiliki pemahaman bahwa kesehatan adalah suatu sistem kehidupan umat manusia, yang tak terpisahkan dengan sektor kehidupan lain yang boleh jadi merupakan sektor hulu dari kesehatan itu sendiri.

KIta pun membutuhkan presiden dan wakil presiden yang serius melaksanakan visi dan misi kesehatan yang dicanangkannya, sehingga mampu mencegah terjadinya kesakitan dan malagizi bagi rakyat. Presiden dan Wakil Presiden yang dapat membangun asah masyarakat Indonesia untuk hidup sehat.

Dalam membangun asah masyarakat Indonesia tentu saja presiden dan wakil presiden memiliki berbagai keterbatasan dari segi pengetahuan, keterampilan teknis terkait kesehatan, sekalipun telah dibantu oleh menteri dengan sistem birokrasinya. Namun, presiden dan wakil presiden tidak perlu khawatir, sebab bukankan negeri ini telah memiliki banyak kelompok profesional kesehatan.