Gagasan “Suara Tanah Lulo” dapat dimaknai sebagai tema yang mengangkat hubungan antara manusia, budaya, dan alam yang menyatu dalam identitas masyarakat Sulawesi Tenggara. Kata suara melambangkan panggilan, cerita, jeritan, doa, atau harapan. Kata tanah melambangkan asal-usul, tempat berpijak, warisan leluhur, sumber kehidupan dan lingkungan sekitar. Sedangkan Lulo merupakan tari identitas masyarakat Sulawesi Tenggara yang sampai saat ini masih terjaga. Lulo merupakan simbol kebersamaan, kesetaraan dan keharmonisan sosial.
"Suara Tanah Lulo adalah tentang bagaimana tanah (asal-usul dan budaya) ‘berbicara’ menyampaikan pesan tentang kebersamaan, kehilangan dan identitas di tengah perubahan zaman," katanya.
Baca Juga: WOW SALE INFORMA Kembali Hadir dan Banjir Diskon 50 persen
Lanjut Fatmadillah mengungkapkan, panitia telah mengemas konsep kegiatan Temu Teman ke-22 di Kendari yang pastinya akan berbeda dengan pelaksanaan Temu Teman sebelumnya. Hal tersebut akan membekas pada peserta Temu Teman nanti yang akan hadir di Kota Kendari.
Fatmadillah juga berharap, kegiatan ini mendapat dukungan pemerintah Sulawesi Tenggara dan Kota Kendari serta keterlibatan semua pihak dalam menyukseskan Temu Teman ke-22 di Kendari.
