Hipotesis ini berdasarkan simulasi superkomputer yang dibuat pada resolusi yang lebih tinggi daripada sebelumnya, menunjukkan bahwa pembentukan Bulan mungkin bukan proses yang lambat dan bertahap.

Untuk menyelidiki pembentukan Bulan setelah tabrakan, para ilmuwan menggunakan program komputer yang disebut SPH With Inter-dependent Fine-grained Tasking (SWIFT).

Mengutip Kompas.com, program itu dirancang untuk mensimulasikan jaringan gravitasi yang kompleks dan selalu berubah, serta gaya hidrodinamik yang bekerja pada sejumlah besar materi.

Baca Juga: Ilmuan Temukan Golongan Darah Baru Secara Tak Sengaja

Melakukannya secara akurat bukanlah tugas komputasi yang sederhana, jadi para ilmuwan menggunakan superkomputer untuk menjalankan sistem program yang dijuluki COSMA di fasilitas Distributed Research Utiling Advanced Computing (DiRAC) Universitas Durham.