“Ini kami penjajakan dulu, dalam rangka pemulihan ekonomi pasca COVID. Saya melihat pasar di Bali masih terbuka setelah COVID nanti,” ujarnya.
Begitu juga dengan industri kakao yang jumlahnya juga cukup besar dan punya kualitas tersendiri. Nantinya Kakao dari Polewali Mandar bisa mensuplai industri UMKM atau industri coklat skala besar yang ada di Bali maupun Jatim.
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 Landa Mamuju Tengah
“Kakao kami kualitasnya ekspor sangat bagus, jumlahnya melimpah dan kita sudah kerjasama dengan Barry Callebout dari Swiss yang salah satu pabriknya ada di Jatim,” pungkasnya.
Sementara itu, pengusaha Bali IGN Darmaputra mengatakan, bulan November 2020 ini pariwisata Bali sudah berangsur pulih dengan kunjungan wisatawan domestik. Ini artinya ekonomi sudah mulai bergeliat dan siap untuk dihidupkan kembali dengan konsep kerjasama dengan daerah lain.
