“Dampak COVID memang sangat memukul pengusaha di Bali, tapi bukan berarti kita diam di tempat,” ucap Darma yang juga Ketua Umum HIPMI Bali 2017-2020 yang kini menjabat Ketua Dewan Pembina BPD HIPMI Bali ini penuh semangat.

Menurut Darma, segala bentuk inovasi dalam rangka recovery ekonomi terus dilakukan. Iapun menyambut baik ketika ada penawaran bisnis dari Sulawesi Barat dan Jawa Timur.

“Kami siap melakukan kerjasama bisnis dengan daerah lain. Bali siap menerima investasi dari manapun. Khususnya komoditi dari Sulbar maupun Jatim,” jelas Pengurus BPP HIPMI bidang IX ini.

Senada pengusaha asal Jawa Timur Riko Abdiono mengatakan, salah satu bisnis yang lumayan bertahan di masa COVID-19 ini adalah bidang agriculture atau pertanian pangan serta perkebunan. Namun saat ini sistem perdagangan sebagian dilakukan secara online. Tawaran dan peluang dari Sulawesi Barat ataupun Bali harus segera diwujudkan.

“Perdagangan komoditi pangan antar pulau sudah tidak serumit dulu, tinggal bagaimana kita bisa meningkatkan lagi kuantitas agar ekonomi Indonesia segera lepas dari resesi,” sebut Riko yang juga pengurus BPP HIPMI bidang V (Pertanian, Kemaritiman dan Perkebunan). (B)