Selanjutnya, dalam perjalanannya menjemput hidayah Allah, Lynda kemudian dipertemukan pada seorang pria yang mana dengan bertemunya ia dan pria tersebut, menjadikan pintu kesempatan baginya untuk memeluk islam semakin terbuka lebar.
“Sebelum nikah dengan suami, saya sempat bilang ke orang tua tentang niat saya, dan sempat cekcok juga karena adanya perbedaan agama, khususnya dengan bapak,” ujarnya.
Tetapi, lanjut Lynda, ia tak menyerah sampai di situ. Perlahan namun pasti ia terus menyampaikan niat besarnya itu dengan sabar, hingga hati sang ayah pun akhirnya luluh dan menjadikan jalan Lynda untuk mencari jalan kebenaran pun akhirnya berbuah manis.
“Nah, tahun lalu tepatnya pertengahan ramadhan, pacar atau suami saya yang sekarang, mengantar saya ke salah satu masjid di Kendari untuk mengucapkan dua kalimat syahadat,” ucapnya.
Setelah menjadi mualaf, Lynda mengaku merasakan perbedaan yang sangat signifikan dalam dirinya.
