Setelah ini, La Daini mengaku akan kembali ke Pulau Katela untuk memberi pelayanan pendidikan terbaik di sana. Ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Baca Juga: Antisipasi Wabah PMK Meluas, Polda Jawa Timur Terjunkan Satgas Pangan
Diberitakan sebelumnya, penamparan terjadi sekitar empat bulan lalu. Kasus ini berawal dari kunci gedung mess sekolah yang hilang. Karena tak ada siswa yang mengaku menyembunyikan kunci mess, kepala sekolah menampar tiga siswa.
Selepas kejadian itu, ketiga orang tua siswa mengadukan tindakan ini ke Polsek Tikep. Namun dua dari tiga orang tua siswa memilih berdamai terlebih dahulu. Sedangkan orang tua siswa atas nama La Ode Junaedi memilih melanjutkan laporan tersebut, dan baru berdamai Senin (9/5/2022) kemarin. (B)
Reporter: Putri Wulandari
