Oleh: Andi Syahrir

ASN Dinas Pariwisata Sultra

MENULIS berita itu kudu hati-hati. Harus jelas apa yang diceritakan. Harus jelas siapa yang menjadi sumbernya. Supaya kredibel. Agar tidak mengarah pada gosip belaka. Gosip itu kata lainnya ghibah. Agama melarangnya. Ibarat memakan bangkai sesama manusia.

Berita dengan narasumber yang jelas lebih dapat dipercaya kebenarannya ketimbang yang narasumbernya tidak jelas. Bahwa narasumbernya berbohong atau keliru, lain soal. Media atau wartawanlah yang bertugas melakukan kroscek.

Kebiasaan yang dianggap benar oleh wartawan (media) ketika beritanya disanggah orang lain ialah berkelit bahwa itu dikutip dari narasumber. Secara tidak sadar, wartawan telah menempatkan dirinya semata sebagai corong narasumber. Padahal esensinya, wartawan itu imparsial. Tidak memihak.