"Tugas kita saat ini bagaimana terus membantu mempromosikan tenun Masalili agar menjadi kebutuhan nasional," ujarnya.
Desain busana yang akan diperagakan nantinya, bebas dengan kriteria minimal 50 persen tenun dibalut dengan kain tekstil lainnya.
Sementara itu, LM Syahrullah, orang tua seorang peserta dari kalangan pelajar mengatakan, sengaja mengikutkan anaknya agar mulai dari usia dini dapat menumbuhkan kencitaan terhadap produk tenun.
"Kita sebagai orang tua inginkan bagaimana anak-anak bisa mengetahui tenun merupakan warisan leluhur," pungkasnya. (A)
Penulis: Sunaryo
