Baca Juga: Kajian Anime Tarik Minat Anak Muda Kendari Lebih Dekat Terhadap Islam

Meskipun perusahaan ini menghasilkan pendapatan besar pada tahun 2022 sebesar 169,5 miliar yuan atau sekitar 23,4 miliar dolar AS, tekanan finansial yang signifikan tetap melanda.

Jatuhnya harga ferro-nikel dan meningkatnya biaya material menyebabkan perusahaan menghadapi perkiraan kerugian bersih tahunan sebesar 1,8 hingga 2,2 miliar yuan di perusahaan patungan Indonesia, yang 48% sahamnya dimiliki oleh Delong.

Selain itu, aset perusahaan senilai lebih dari 4 miliar yuan telah dibekukan oleh pengadilan Tiongkok sejak awal bulan ini.

Sementara mengutip IDN Times, tiga alasan utama mengapa Jiangsu Delong Nickel Industry menghadapi kebangkrutan adalah ekspansi dan investasi agresif, permintaan reorganisasi kebangkrutan, serta reaksi pasar yang terbilang terkendali.