"Keberhasilan terapi ini juga masih terbatas pada jumlah pasien yang sedikit," kata dr Sumardi, yang mencontohkan rumah sakit Shenzhen, China.
Baca juga: Pandan, si Hijau Wangi yang Kaya Manfaat
Menurutnya, dalam terapi Plasma Konvaselen yang dilakukan pada lima orang pasien COVID-19 dengan alat bantu pernafasan atau ventilator, dilaporkan dapat mempercepat penyembuhan satu orang pasien. Sementara, tiga orang lainnya menunjukkan proses penyembuhan yang tergolong lambat dan satu orang meninggal dunia.
dr Sumardi menjelaskan, terdapat sejumlah syarat khusus yang harus dipenuhi untuk melakukan transfusi konvaselen, di samping syarat umum untuk transfusi darah.
"Syarat khusus tersebut salah satunya pendonor merupakan pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh," ungkapnya.
