"Dengan hadirnya teknologi digital membuka peluang peningkatan akses masyarakat terhadap industri jasa keuangan melalui akses layanan keuangan yang berbasis digital," ungkapnya.
.jpg)
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara, Doni Septadijaya mengatakan, untuk menerapkan pembayaran non tunai atau digital butuh dilakukan secara bersama-sama dengan dukungan pemerintah, perbankan dan pelaku usaha.
Untuk meningkatkan penggunaan QRIS di Kota Kendari, Bank Indonesia meminta pemerintah kota membuat surat edaran kepada pelaku usaha, penyelenggara sekolah dan masjid serta ASN melaksanakan transaksi non tunai.
"Harapannya kabupaten lain akan mencontoh sini (Kota Kendari) karena Kendari ini sampai saat ini masih nomor satu non tunainya, satu-satunya Pemda digital yang sudah tercatat di pusat," tutupnya.
