Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala Puji bagi Allah, Maha Suci Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Ya Allah, ampunilah dosaku.

Atau dia berdoa (dengan doa yang lain), maka akan dikabulkan doanya, jika dia berwudhu dan melaksanakan salat maka akan diterima salatnya." (al-Bukhari 1103, Abu Dawud 5060, at-Tirmidzi 3414 dan Ibnu Majah 3878, shahih).

Imam Ibnu Baththal Rahimahullah berkata, "Bagi orang sampai kepadanya hadis ini, sepantasnya dia berusaha mengamalkannya dan mengikhlaskan niatnya (ketika mengamalkannya) untuk Allah Ta'ala." (dikutip oleh Imam Ibnu Hajar Rahimahullah dalam kitab Fathul Baari 3/41).

Imam Ibnu Hajar Rahimahullah berkata, "Perbuatan yang disebutkan dalam hadis ini hanyalah (mampu dilakukan) oleh orang yang telah terbiasa, senang dan banyak berzikir (kepada Allah), sehingga zikir tersebut menjadi ucapan (kebiasaan) dirinya sewaktu tidur dan terjaga, maka Allah Ta'ala memuliakan orang yang demikian sifatnya dengan mengabulkan doanya dan menerima salatnya." (Kitab Fathul Baari 3/40).

Keutamaan mengucapkan zikir ini juga berlaku bagi orang yang terjaga di malam hari kemudian dia mengucapkan zikir ini (berulang-ulang) sampai dia tertidur.