KENDARI, TELISIK.ID – Kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng sangat berdampak bagi seluruh kalangan masyarakat, termasuk pedagang ubi di beberapa pasar tradisional Kota Kendari.

Salah satu pedagang ubi, Irma, mengaku kesulitan dalam menjalankan usahanya. Hal tersebut diakibatkan banyak penjual gorengan yang menjadi pelanggannya, kini tidak lagi membeli dagangannya.

Irma menjelaskan, omzetnya menurun drastis setelah kelangkaan minyak terjadi di Kota Kendari. Dalam kurun satu hari ia bisa menjual ubi kayu sebanyak 8 sampai 10 karung dan ubi jalar sebanyak 4 sampai 5 karung sebelum terjadi kelangkaan dan lonjakan harga minyak.

"Sekarang hanya bisa laku 3 sampai 4 karung ubi kayu, kalau ibu jalar hanya 3 karung," keluh pedagang Pasar Basah Mandonga, Kamis (17/3/2022).

Hal yang sama juga terjadi pada neneknya, Ipah. Pedagang Peddys Market Lawata itu mengaku, palanggannya satu-persatu tidak lagi membeli ubi yang dijualnya. Pasalnya, pelanggan setianya yang rata-rata penjual gorengan, kini berhenti berjualan.