Diakuinya, peristiwa kebakaran hutan terjadi Sabtu, 16 Juli 2022, sekira pukul 14:00 WIB. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi terkait tewasnya korban.
"Menurut keterangan saksi, bahwa korban meninggal dunia terlihat oleh saksi sudah berada di dalam kobaran api saat para warga lainnya berupaya memadamkan api yang kian membara," tambahnya.
Saat itu, sejumlah saksi yang melihat di antaranya Natal Ompusunggu, Polin Rajagukguk, Lintong Aritonang dan David Parlindungan Ompusunggu alias Amani Arta.
"Saksi sedang menaiki areal perbukitan untuk upaya pemadaman api. Dari jarak sekitar tiga meter, saksi David melihat seseorang berada di dalam kobaran api setelah tergelincir dari depannya dengan posisi telentang kaki dan tangan terangkat ke atas," sambungnya.
Melihat hal itu, saksi David berteriak dan memberitahukan perihal tersebut kepada teman-temannya untuk berupaya melakukan pertolongan. Namun mereka tidak bisa mendekati dan menolong korban akibat kobaran api yang semakin membesar.
