Buku tentang Polri

Dari sejumlah buku yang pernah saya tulis, kebanyakan terkait dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Terakhir, pertengahan Februari – awal Agustus 2022, saya dan tim menulis naskah buku “Brimob Penerus Semangat Proklamator, Sebuah Catatan Perjalanan Kesetian, Keberanian dan Keikhlasan Bhayangkara Korps Brimob Polri”( Pelita, Jakarta, 2022).

Naskah buku tersebut ditulis oleh tim terdiri atas Helsi Dinafitri Nusjirwan Badwi, Budi Nugroho, Suhardi, dan Suryadi (Ketua). Perwajahan buku bergaya majalah, digarap oleh Bharatu Eka Putra Rahmawan, dengan penguatan periset Bharatu Andri Dwi Purwandi dalam asuhan Aipda Pol. Anik Kusumawardani di Humas Korps Brimob.  

Dalam buku setebal 492 halaman dan diluncurkan oleh Dankor Brimob, Komjen Pol. Drs. Anang Revandoko, M.I.Kom bersama penulis di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jumat (10/3/23) itu, empat tokoh terkemuda memberikan sambutan. Mereka itu, yakni Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri; Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subiyanto; Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI, Jenderal Pol (P) Prof. Budi Gunawan; dan Kapolri, Jenderal Pol. Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Bagi Mega, putri mendiang Soekarno (Bung Karno), Brimob --yang cikal bakal paling awalnya adalah Polisi Istimewa (PI) sebelum kemudian brubah menjadi Mobil Brigade (Mobrig)--, punya catatan mendalam dan amat privacy. Sampai kini salah seorang di antara angota Brimob yang dulu tergabung dalam Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Presiden I dan keluarga, Ribut namanya, masih menjadi “orang dalam lingkar dekat” Mega.