“Saya dilahirkan sebagai anak Presiden di Gedung Agung Yogyakarta, dan kemudian tumbuh besar di Istana. Dari pusat kekuasaan pemerintahan itulah saya mengalami secara langsung keseluruhan dinamika politik kekuasaan, yang bagi Bapak saya, Bung Karno kesemuanya ditempatkan sebagai dedication of life bagi Tuhan, Bangsa, dan Negara Republik Indonesia. …saya mulai mengenal standar protokoler pengamanan dan dalam upaya itulah, saya mengenal yang namanya pengawal.
Baca Juga: 2023, Polri dan Tuntutan Perubahan
Para pengawal itulah yang sejak kecil berada di sekitar saya. Mereka selalu dalam keadaan siaga, dan nonstop 24 jam menjaga keselamatan Presiden dan keluarga. Satuan pengawal itu dikenal dengan nama DKP, yang keanggotaanya berasal dari Mobrig” , sambut Mega (hal: xiii).
Buku “bunga rampai” itu, antara lain memuat karangan “Bapak Brimob M.Jasin di Mata Panglima Besar Soedirman”. Ternyata, Menhan Prabowo adalah pengagu Bapak Brimob M. Jasin, putra Bau-bau, Buton, Sulawesi Tenggara. “Beliau (M. Jasin, pen) sangat berpengaruh di lingkungan Polri.
Dulu Bapak Jasin dan Polisi Istimewa berperan angat besar dalam pertempuran Surabaya, November 1945. Salah satu keberaniannya adalah menerobos desingan peluru musuh guna menghentikan tembak menembak,” urai mantan Danjen Kopasus itu (hal: xix).
