Memaknai kemerdekaan bukan diukur oleh upacara dari tahun ke tahun. Menghormati jasa para kusuma bangsa pun tak sekedar meletakkan karangan bunga atau hormat bendera. Apalagi kalau hanya diukur dari ada atau tidaknya lomba lari karung dan panjat pinang yang kerap terlihat setiap tahunnya. Kalau hanya itu yang ada dalam kepala kita, betapa sangat recehnya makna kemerdekaan itu.
Kemerdekaan yang telah kita nikmati dari tetesan darah dan deraian air mata para pendahulu kita, seharusnya dapat diterjemahkan sebagai spirit untuk kemajuan bangsa. Semangat patriotisme para kusuma bangsa harus menjiwai aktivitas kita. Sikap pantang menyerah dan optimis harus dapat mewarnai kehidupan kita.
Bangsa kita saat ini sedang tertimpa ujian. Pembangunan di bidang hukum, ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan dan budaya masih perlu terus didorong demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Merdeka Belajar sebagai Solusi
Di masa digital seperti saat ini, praktek pendidikan yang berbau kekerasan sudah tidak relevan lagi. Pola-pola otoritarianisme ala “penjajah” yang diperankan dalam dunia pendidikan harus segera diakhiri.
