“Saya akan menetapi permintaan paduka tuan ketua yang mulia. Apakah permintaan paduka tuan ketua yang mulia? Paduka tuan ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini”.

Pidato Bung Karno yang disampaikan secara lisan tersebut, dicatat oleh Notulen dengan menggunakan tulisan Stenografi sistem karundeng.

Selanjutnya sebelum sidang pertama ini berakhir dibentuklah panitia kecil untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar negara, berdasarkan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945.

Baca juga: Hilangnya Perlindungan Hakiki Perempuan dan Anak, Tanggung Jawab Siapa?

Perkembangan Rumusan Pancasila