Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Motor yang ia beli akhirnya dijual kembali hanya untuk modal bermain.
“Pernah itu hari naik sampai 30 lebih, saya belikan motor. Tapi hanya sekitar 1 minggu sudah dijual,” jelasnya.
Kini, motor yang ia beli sudah dua kali berganti tangan hanya karena kebutuhan deposit. Uang habis, barang pun lenyap. Sisa-sisa kemenangan awal sudah tak tersisa, berganti dengan penyesalan yang terus menghantui.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Kendari, Getaran Terasa di Konawe
Tidak jauh berbeda dengan L, mahasiswa di kampus lain di Kendari berinisial S (21), juga mengaku mengalami hal serupa. Awalnya ia hanya bermain Higgs Domino, sekadar jual beli chip, sebelum permainan itu kehilangan popularitas.
