KENDARI, TELISIK.ID – Nur (14), terlahir dengan kelainan pada usus dan lubang anus yang menyempit atau tertutup yang dalam istilah kedokteran disebut dengan Atresia Ani.

Namun akibat dari penyakit yang dideritanya, fisik anak perempuan itu tidak tumbuh seperti anak-anak seusianya. Diketahui, saat berusia tiga bulan Nur sudah pernah melakukan operasi.

Akan tetapi, saat menginjak usia sembilan tahun, orang tuanya bercerai dan sejak saat itu, Nur tidak mendapatkan perawatan kesehatan yang memadai lagi.

Ibunda Nur, Marni mengatakan, karena kondisi sang anak yang sakit-sakitan membuat aktivitasnya dalam mencari nafkah menjadi terbatas. Setiap hari ia bekerja mengikat agar-agar dengan upah Rp 20.000 per hari dan berjualan gorengan di sore hari.

Lanjut ia menceritakan, seiring berjalannya waktu kondisi sang anak bertambah parah, puncaknya pada tahun 2021. Saat itu kata dia, Nur menangis kesakitan setiap hari, wajahnya pucat, tubuhnya kaku karena menahan sakit dan perutnya membesar akibat feses yang tertampung di perut karena anus yang tertutup.