Selanjutnya, Jenderal Aparatur Sipil Negara (ASN) Butur ini menjelaskan, beberapa faktor yang menyebabkan RAPBD Perubahan.

Menurutnya, adanya faktor daya serap rendah dari Februari sampai Agustus 2021 hanya 13 persen. Faktor lainnya, pinjaman SMI dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Ada sarat-sarat yang kita penuhi yang akan masuk dalam perubahan anggaran. Jadi itulah faktor yang menjadi keterlambatan sehingga pembahasan APBD kita terlambat, bukan karena DPRD. Hubungan esekutif dan legislatif bagus," tambah Hadhy Muslim.

Selanjutnya, Hardhy Muslim menyebut, program-program strategis yang diajukan ke Kemendagri misalnya penanganan COVID-19, pelaksanaan LASQI tingkat Provinsi yang akan diselenggarakan di Kabupaten Butur dan penanggulangan bencana.

Hardhy Muslim menjelaskan, ada beberapa kegiatan yang memang tidak harus dilaksanakan dalam rangka mendukung pinjaman di PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN.