Dilansir Liputan6.com, penemuan naskah ini sebenarnya tak disengaja. Naskah tersebut tergabung dalam Mingana Collection.

Baca Juga: Patung Firaun Akhenaten Viral, Warganet: Mirip Pak Presiden

Mingana Collection terdiri atas 3.000 dokumen dari Timur Tengah yang dikumpulkan oleh Alphonse Mingana, seorang Imam Kasdim (Chaldeans) yang lahir dekat Mosul, Irak pada 1920-an.

Kemudian, oleh seorang ahli dilakukan uji penanggalan radiokarbon yang akhirnya mengungkap fakta bahwa naskah kuno tersebut setidaknya berusia 1.370 tahun, menjadikannya salah satu Al-quran versi paling awal. Manuskrip tersebut ditulis dengan huruf Hijazi-versi awal huruf Arab.

Dosen pengetahuan tentang Kristen dan Islam di Universitas Birmingham, Professor David Thomas mengatakan, berdasarkan data penanggalan radiokarbon, dimungkinkan orang yang menulis naskah tersebut hidup di masa yang sama dengan Rasulullah.