"Sosok yang menulis naskah tersebut mungkin mengenal sosok Nabi Muhammad. Ia mungkin bertemu dengan Sang Rasul, mungkin juga mendengar langsung syiarnya. Penulis itu bisa jadi mengenal sosok Nabi secara pribadi," kata dia.

2. Fragmen Tubingen

Dilansir Jurnalsoreang, Fragmen Al-Quran dari Universitas Tubingen di Jerman diperkirakan berasal dari periode antara 649 M-675 M.

Tanggal ini berarti naskah itu ditulis sekitar 20-40 tahun setelah kematian Nabi Muhammad.

Potongan manuskrip dianalisis di laboratorium di Zurich menggunakan radiokarbon C14 modern dan diberi penanggalan dalam probabilitas statistik 95,4%.