JAKARTA, TELISIK.ID - Kerap menjadi jajahan beberapa negara adidaya, Afghanistan ternyata memiliki "harta karun" terpendam.

Bahkan, jumlah harta karun ini dikabarkan setidaknya mencapai US$ 3 triliun atau sekitar Rp 43.500 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per US$).

Jumlah tersebut pernah dikatakan mantan Menteri Pertambangan Afghanistan, melansir Reuters, Selasa (23/08/2021).

Perkiraan itu dibuat menjelang akhir siklus super komoditas terakhir pada 2010 lalu dan bisa bernilai lebih besar di masa sekarang, setelah pemulihan ekonomi global dari guncangan COVID-19 yang membuat lonjakan harga sejumlah komoditas, dari tembaga hingga lithium tahun ini.

Adapun sejumlah sumber daya utama Afghanistan tersebut antara lain tembaga, emas, minyak, gas alam, uranium, bauksit, batu bara, bijih besi, logam tanah jarang, lithium, kromium, timah, seng, batu permata, bedak, belerang, travertin, gipsum, hingga marmer.