"Ada informasi yang berkembang bahwa bila masuk IAIN Kendari itu sudah harus fasih membaca dan menulis Al-Qur'an. Informasi ini tidak sepenuhnya benar karena masih banyak juga calon mahasiswa baru yang belum bisa membaca dan menulis Al-Qur'an. Oleh karena itu, pihak kampus sudah mengantisipasinya dengan menyiapkan Rumah Quran Mahasiswa (RQM) yang ada pada setiap fakultas ditambah lagi dengan Ma'had Al-Jami'ah," tambah Rektor.

Baca Juga: Resmi Dilaunching, Rektor IAIN Kendari Ungkap Program Utama MBKM

"Kedua lembaga ini intens melakukan pembinaan dan perbaikan bacaan Al-Qur'an kepada para mahasiswa sampai fasih dan lancar, sehingga semua mahasiswa yang lulus dari IAIN Kendari dipastikan telah mampu membaca Al-Qur'an secara baik," lanjutnya.

Selain itu ada juga informasi yang dikembangkan bahwa kalau sudah mendaftar Jalur Seleksi Nasional Penerimaan Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang diselenggarakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) milik Kemendikbud Ristek, maka tidak diperbolehkan lagi untuk mendaftar di Jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) milik Kemenag RI. Informasi ini dipandang tidak valid.

"Jadi calon mahasiswa dapat mendaftarkan diri pada Jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN, meski sudah mendaftar Jalur SNBP dan SNBT karena dikelola oleh kementerian, kepanitiaan, dan fasilitas server yang berbeda," tutur Prof. Husain.