NEW YORK, TELISIK.ID - Beberapa waktu lalu, ilmuwan telah menghidupkan virus yang berusia puluhan ribu tahun yang terkubur di bawah danau. Banyak yang bertanya, mengapa ilmuwan menghidupkan virus tersebut dan apa saja manfaatnya di masa depan?

Menurut laporan New York Post dikutip dari Sindonews.com, menghidupkan kembali virus kuno yang berasal dari puluhan ribu tahun lalu dan tidak memiliki penawar, sangat berbahaya. Sebab, bukan tidak mungkin memicu pandemi lain.

Permafrost adalah tanah beku permanen yang akan tetap beku selama ribuan tahun, dan mencakup hampir 25 persen dari seluruh belahan bumi utara. Masalahnya, pemanasan global dapat mencairkan bongkahan besar permafrost yang pada akhirnya menyebabkan pelepasan bahan organik termasuk kuman mematikan berusia puluhan ribu tahun, bahkan jutaan tahun lalu.

Mengutip Detikhealth.com, Profesor Jean-Michel Claverie dari Universitas Aix-Marseille, mengeluarkan peringatan kepada otoritas medis tentang kurangnya pembaruan signifikan pada virus 'hidup' di lapisan es sejak studi asli pada tahun 2014 dan 2015.

"Bahwa kejadian seperti itu jarang terjadi dan bahwa 'virus zombie' bukanlah ancaman kesehatan masyarakat," tulis tim peneliti dalam temuannya.