“Adapun dinding rumah (yang ditegakkan Khodir) adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua. Ayah kedua anak tersebut adalah seorang yang saleh, maka Rabbmu menginginkan ketika mereka sampai pada masa kedewasaannya kemudian mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Rabbmu." (QS. Al-Kahfi : 82).

Mengapa Allah mewahyukan kepada Nabi Khodhir untuk menjadikan dinding anak yatim yang akan roboh tersebut? Karena ayahnya dulu adalah orang yang saleh. Imam Ibnu Katsir berkata:

“Ayat tersebut adalah dalil bahwasanya orang tua yang saleh akan dijaga keturunannya, dan keberkahan ibadahnya akan mengalir kepada mereka di dunia dan akhirat." (Tafsir Ibnu Katsir : 5/187).

Namun, tidak kita pungkiri juga bahwasanya ada orang-orang yang Allah uji dengan anaknya, seperti Nabi Nuh Alaihissalam, betapa kesalehan Nabi Nuh tidak membuat cahaya hidayah menerangi hati anaknya, anaknya tetap kafir, dan ini merupakan ujian yang Allah berikan kepada Nabi Nuh.

Begitu pula, juga ada orang tua yang fajir bahkan kafir, tapi anak-anak mereka menjadi orang yang saleh karena rahmat Allah SWT. Seperti nabi3 Ibrahim Alaihissalam.