Baca Juga: Keutamaan Membiayai Penuntut Ilmu, Rezeki Melimpah dan Jadi Pahala Jariyah

“Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala menjaga kesalehan seseorang dan menjaga kesalehan anak keturunannya meskipun jauh darinya (beberapa generasi setelahnya). Diriwayatkan [dalam kisah pada ayat] bahwa Allah menjaga kesalehan pada generasi ketujuh dari keturunannya.”

Bahkan, ada beberapa ulama yang menjelaskan bahwa tidak mesti kesalehan orang tua atau kakek-nenek. Akan tetapi kesalehan kakek buyutnya beberapa generasi sebelumnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” [ QS. Ath-Thuur: 21]

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy menafsirkan,