Di Indonesia, proses ini disebut “tes dua jari”.

Dokter akan menggunakan dua jari untuk melihat apakah selaput dara wanita itu utuh.

Jika mereka tidak perawan, gadis-gadis itu akan ditolak untuk bergabung dengan tentara.

Dilansir dari intisari.gird.id, Kepala Staf Umum Angkatan Darat Indonesia Andika Perkasa menyiratkan bahwa pemeriksaan keperawanan akan dibatalkan, alih-alih berfokus pada penilaian kualifikasi rekrutan.

“Harus ada konsistensi. Proses rekrutmen antara rekrutan pria dan wanita tidak akan diskriminatif, hanya untuk menguji kemampuan mereka,” kata Perkasa.